ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA PADA DIALOG TEKS UNGGAHAN VIDEO MEDIA SOSIAL ISNTAGRAM @geraldvincent
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA PADA DIALOG TEKS UNGGAHAN VIDEO MEDIA SOSIAL ISNTAGRAM @geraldvincent
Rasidah Aini1
Universitas Muslim Nusantara Al – Washliyah Medan
rasidahaini6@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa yang terdapat pada media sosial instagram. Objek kajian dalam penelitian ini yaitu dialog teks unggahan video media sosial akun Instagram @geraldvincent. Data dalam penelitian ini yaitu berupa kata dan kalimat dalam dialog teks unggahan video diinstragram dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kesalahan penggunaan bahasa Indonesia di instagram dan untuk mendeskripsikan bentuk variasi kesalahpahaman penggunaan bahasa indonesia di instagram. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif yang bersifat deskriptif karena dalam penelitian ini peneliti untuk mengidentifikasi kesalahan bahasa yang berada media sosial terutama di instagram. Dari hasil penelitian ini dapat kita lihat bahwa bahasa yang kita gunakan di Instagramdan sosial media lainnya seiring dengan berjalannya waktu dapat menurunkan kaidah-kaidah yang terdapat didalamnya. Ini karena, sosial media merupakan tempat berkumpulnya semua ragam bahasa, baik yang masih dalam bahasa Indonesia maupun yang dari luar, yang mengakibatkan pengguna tidak lagi memperhatikan bagaimana menulis bahasa Indonesia yang benar.
Kata kunci : Kesalahan Penggunaan Bahasa, Dialog Teks
PENDAHULUAN
Penggunaan bahasa memiliki peranan dalam berkomunikasi setiap hari. Bahasa Indonesia merupakan bahasa sangat yang efektif untuk dipergunakan setiap berkomunikasi. Setiap aktivitas baik secara langsung maupun di media sosial. Dengan adanya komunikasi banyak sekali pilihan dan semakin canggih dalam mengungkapkan sesuatu kata atau kalimat, sehingga menimbulkan banyak kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia di zaman sekarang.
Teknologi merupakan salah satu alat yang mempermudah kegiatan atau aktivitas manusia. Internet ini dapat di akses di mana saja serta kapanpun dilakuan oleh seseorang tidak mengenal umur baik dari anak-anak, remaja, dewasa, lansia dengan leluasa. Kebahasaan dalam menggunakan media sosial dan memberikan potensi masyarakat dalam mengekspresikan maksud dan tujuan dari pengguna. Pengguna tidak hanya berkomunikasi untuk menyapa, memuji, kirim foto, video saja. Namun juga memberikan komentar - komentar yang cukup aneh adalah instagram. Dalam hal tersebut saya sebagai penulis mendeskripsikan wujud kesalahan penggunaan bahasa Indonesia di instagram.
Banyak dikalangan masyarakat bahkan pelajar yang masih salah dalam menempatkan kata dalam kalimat. Penggunaan kata sering sekali tidak tepat dalam penggunaannya. Kerancuan tersebut pun kerap terjadi higga membingungkan masyarakat dalam penggunaan bahasa baku. Masyarakat atau pelajar sering kali tidak memperhatikan tulisan yang sesuai aturan atau tidaknya. Mereka berfikir paling terpenting tujuan dan maksud tersampaikan. Selain itu ketidak pahaman penggunaan tanda baca, menyebabkan tulisan-tulisan di spanduk, papan nama, selembaran, dan mading. Banyak ditemui kata yang tidak baku dan masih ditemukan kesalahan dalam penulisan tanda baca yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Hal tersebut menyebabkan dalam sebuah tulisan kerap tidak sesuai dengan EYD ataupun bahasa baku.
Kesalahan berbahasa adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan berbagai unit kebahasaan yang meliputi kata, kalimat, paragraf, yang menyimpang dari sistem kaidah bahasa Indonesia baku, serta pemakaian ejaan dan tanda baca yang menyimpang dari sistem ejaan dan tanda baca yang telah ditetapkan sebagaimana dinyatakan dalam buku Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (Sebayang&Sofyan, 2019:50). Kesalahan berbahasa terjadi secara sistematis karena belum dikuasainya sistem kaidah bahasa yang bersangkutan. Sedangkan kekeliruan berbahasa terjadi tidak secara sistematis, bukan terjadi karena belum dikuasainya sistem kaidah bahasa yang bersangkutan, melainkan karena kegagalan merealisasikan sistem kaidah bahasa yang sebenarnya sudah dikuasai (Tamara, dkk. 2020:24). Kesalahan berbahasa memiliki tolak ukur yang berupa keberterimaan. Contohnya jika si pembelajar membuat kesalahan, maka tolak ukur yang bisa dipakai ialah apabila si pembelajar menggunakan kata atau kalimat dengan benar atau salah menurut penutur asli bahasa Indonesia.
Pada bahasa baku, terdapat standar tertentu yang harus terpenuhi dalam penggunaan ragam bahasa. Standar tersebut meliputi penggunaan tata bahasa dan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Tata bahasa Indonesia yang baku meliputi penggunaan kata, dan EYD yang sesuai dengan kaidah baku. Kaidah yang terdapat pada tata bahasa Indonesia yang baku adalah kaidah tata bahasa Indonesia sesuai dengan aturan berbahasa yang ditetapkan oleh Pusat Bahasa Indonesia. Sedangkan, kaidah ejaan bahasa Indonesia yang baku adalah kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan. Penelitian ini menganalisis kesalahan berbahasa pada pamflet yang diunggah oleh media sosial Instagram.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini bersumber dari penggunaan media sosial yang dilakukan dengan menganalisis dialog teks unggahan video pada akun Instagram @geraldvincent. Penelitian yang ditulis ini berkaitan dengan analisis kesalahan berbahasa pada media instagram. Sumber data merupakan bahan, sebagai acuan yang digunakan dalam penelitian. Peneliti dapat mengetahui ketidak efektifan dalam kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh pengguna media sosial instagram pada wujud penggunaan dan kesalahpahaman bahasa Indonesia.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik cuplikan layer. Teknik ini diterapkan untuk memperoleh data secara langsung dari objek penelitian dengan mencari data pada media instagram untuk mengklasifikasi data yang relavan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kesalahan ejaan merupakan salah satu dalam bidang kesalahan bahasa. Penelitian ini akan mengkaji kesalahan ejaan yang meliputi kesalahan penggunaan tulisan, kesalahan struktur tata bahasa, pemakaian diksi, dan pemakaian bahasa asing.
Kesalahan pada kata “jaman”
Dikutip dari buku Pedoman Kata Baku dan Tidak Baku (2017) oleh Dini Fitri, kata jaman adalah bentuk tidak baku dari kata zaman. Penulisan kata zaman yang benar adalah zaman (menggunakan huruf z dan bukan j). Menurut KBBI, zaman artinya jangka waktu panjang atau pendek yang menandai sesuatu. Zaman juga bisa diartikan sebagai kala; waktu. Kesalahan penulisan kata zaman menjadi jaman, disebabkan oleh sebagian orang Indonesia yang sulit melafalkan huruf "z". Bisa jadi hal ini juga disebabkan oleh kekeliruan pelafalan huruf "z", sehingga terdengar seperti huruf "j".
Kesalahan pada kata “mah”
Menurut KBBI kata "mah" (tidak baku) yaitu kata untuk menyatakan penegasan ucapan, biasanya digunakan setelah kata ganti orang. Kata "mah" merupakan partikel bahasa Sunda yang fungsinya (fatis atau partikel) untuk menguatkan kalimat, dan kata "mah" juga menjadi karakteristik fitur-fitur sintaksis atau kalimat bahasa Sunda.
Kesalahan pada kata “duit”
Sebenarnya “uang” dan “duit” itu berbeda hanya di penggunaan kata saja. Uang merupakan kata formal, sedangkan duit merupakan kata informal dalam bahasa Indonesia.
Kata “duit” berasal dari kata “duit” atau “doit”, yaitu sebutan untuk uang koin kuno Eropa yang dibuat pada abad ke-14. Duit di Eropa merupakan salah satu uang koin yang terbuat dari perak dan digunakan sebagai alat pembayaran sah. Duit merupakan satuan mata uang terkecil di Belanda, sedangkan yang terbesarnya disebut gulden. Saat itu, 1 gulden sama dengan 160 duit. Duit masuk ke Indonesia sejak tahun 1726 karena penjajahan Belanda.
Sementara kata “uang” berasal ari nama ahli keuangan di Tiongkok, yaitu Wang An Shi. Uang emas Tiongkok yang dari zaman itu pernah masuk ke Indonesia dan dijadikan alat pembayaran sah. Ada juga yang bilang kata “uang” berasal dari kata “daluwang”, yaitu kertas yang dibuat dari kulit pohon. Pada awal kemerdekaan Indonesia, alat pembayaran sah adalah ORI (Oeang Repoeblik Indonesia) yang terbuat dari daluwang.
Karena sering menerima uang duit itu, maka kata “duit” sendiri sering didengar juga oleh orang Indonesia.
Penggunaan Bahasa asing “top global”
Top global artinya global teratas. Fenomena pencampuran dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ini kemudian disebut englonesian. Bahasa ini popular terutama ketika diidentikkan dengan lokasi geografis oleh anak Jaksel atau anak Jakarta Selatan yang pertama kali menggunakannya. Tetapi mencampuradukkan bahasa akan bernilai negatif jika hanya untuk kesenangan semata. Ini dinilai buruk karena tidak lagi memperdulikan kaidah bahasa Indonesia.
Pemakaian diksi yang salah
Cuplikan layar diatas menunjukkan penggunaan diksi yang salah pada kata “brondong”, seharusnya kata yang benar adalah “berondong”. Kata “berondong” masuk ke dalam bahasa gaul a yaitu ragam bahasa Indonesia non standar yang lazim digunakan oleh anak muda. Kata “berondong biasanya digunakan sebagai sebutan untuk laki-laki yang lebih muda daripada Perempuan. Biasanya istilah ini digunakan untuk mereka yang sedang menjalin hubungan asmara, laki-laki disebut berondong karena memiliki usia lebih muda dari si Perempuan. Jika dianalogikan sebagai jagung berondong adalah biji jagung yang baru saja meletup artinya seorang laki-laki yang baru tumbuh dewasa dan masuk kedalam majas metafora.
KESIMPULAN
Hasil penelitian diatas, dapat kita lihat bahwa bahasa yang kita gunakan di Instagram dan sosial media lainnya seiring dengan berjalannya waktu dapat menurunkan kaidah-kaidah yang terdapat didalamnya. Ini karena, sosial media merupakan tempat berkumpulnya semua ragam bahasa, baik yang masih dalam bahasa Indonesia maupun yang dari luar, yang mengakibatkan pengguna tidak lagi memperhatikan bagaimana menulis bahasa Indonesia yang benar. Sebenarnya sah-sah saja bagi mereka (terutama remaja) yang menggunakan bahasa alay, karena hal tersebut merupakan bentuk kreatifitas yang mereka buat. Namun sebaiknya penggunaan bahasa alay dapat digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi atau tidak digunakan pada situasi-situasi yang formal. Misalnya pada saat berbicara dengan teman. Teman disini adalah mereka yang mengetahui dan mengerti bahasa alay tersebut. Tetapi juga jangan sampai menghilangkan budaya berbahasa Indonesia kita. Karena biar bagaimanapun bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa kebanggaan kita dan wajib untuk dijaga serta dilestarikan.
DAFTAR PUSTAKA
Sebayang, S. K. (2019). Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Sosiall Media Instagram Dalam Postingan, Komentar, Dan Cerita Singkat. Jurnal Serunai Bahasa Indonesia, 16(1).
Ningrum, Indah Septi Eka, Ludviana Eka Purnami, and Asprilia Tika Lestari. "Analisis Kesalahan Berbahasa pada Unggahan Pamflet Media Sosial Instagram." Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 10.1 (2021): 99-103.
Margareth, Lamnida Maria, Dendy Sugono, and Mamik Suendarti. "Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Pemberian Komentar di Media Sosial Instagram (Kajian Psikolinguistik)." Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia 5.2 (2022): 125-135.
Kholifah, Umi, and Atiqa Sabardila. "Analisis Kesalahan Gaya Berbahasa Pada Sosial Media Instagram dalam Caption dan Komentar." Jurnal Nusa 15.3 (2020): 352-364.
Komentar
Posting Komentar